Jika anda adalah seseorang yang sering menggunakan pesawat terbang untuk berpergian ada baiknya anda mengetahui beberapa hal penting. Fakta-fakta berikut ini bukan untuk menakut-nakuti anda, namun ada baiknya anda mengetahuinya untuk membuat anda sadar akan risiko menggunakan pesawat terbang.
Berikut ini beberapa fakta yang dikumpulkan oleh Eureka dari berbagai sumber. Fakta-fakta berikut ini bisa saja tidak sesuai dan akurat.
1. Ada 11 Menit Krusial Dalam Setiap Penerbangan
Momen take off dan landing sebenarnya merupakan momen paling krusial dari setiap penerbangan. Ada baiknya anda benar-benar fokus pada 3 menit pertama setelah pesawat take off dan anda juga harus benar-benar waspada pada masa 8 menit menjelang landing. Penelitian telah membuktikan bahwa sebesar 80 persen angka kecelakaan penerbangan terjadi pada 11 menit ini.
2. Berpergian Dengan Anak Kecil Yang Dipangku Sangat Berbahaya
Orang cenderung tidak mau menghabiskan uang ekstra bagi anak-anak yang berumur di bawah dua tahun, terlebih maskapai penerbangan memang menggratiskan tiket penerbangan bagi anak yang berumur dibawah dua tahun. Tapi pernahkan anda memikirkan isu keselamatan bagi anak anda saat berpergian dengan pesawat terbang? Kita tentu akan menempatkan anak yang berumur kurang dari dua tahun dalam baby car seat saat mengemudi, karena kita sadar akan resiko nya, maka mengapa kita berani terbang dengan anak berada dalam pangkuan kita?
Di Amerika serikat, Federal Aviation Administration (FAA) mengatur secara detail terkait hal ini. Tempat teraman bagi anak anda selama penerbangan adalah mengikuti standar sistem keamanan yang telah disetujui oleh pemerintah, ia berupa sebuah perangkat, bukan dalam pangkuan anda.
Lengan kita tidak akan kuat menahan anak dalam pangkuan selama penerbangan terlebih-lebih saat penerbangan mengalami turbulensi yang tidak terduga. Anak anda dapat dengan mudah terlepas dari pangkuan anda dan hal ini juga berbahaya bagi penumpang lainnya. Hal lebih buruk jika terjadi kecelakaan, maka resiko yang fatal sangat mungkin terjadi pada anak-anak yang berada di pangkuan, banyak laporan dari kecelakaan pesawat terbang, saat orang yang memangku anak-anak selamat, namun sayangnya anak di dalam pangkuan tida selamat.
3. Turbulensi Semakin Memburuk
Jika akhir-akhir ini penerbangan anda mengalami turbulensi yang lebih sering dari sebelumya hal ini bukanlah tanpa sebab. Fakta penerbangan menunjukkan bahwa angka terjadinya turbulensi akhir-akhir ini mengalami peningkatan. Para ilmuwan menyatakan bahwa terjadinya peningkatan turbulensi yang dialami penerbangan akhir-akhir ini memang mengalami peningkatan yang diakibatkan oleh peningkatan kadar karbon dioksida di udara.
Banyak kasus yang menunjukkan bahwa turbulensi keras dan tiba-tiba menjadi penyebab cedera yang tidak mematikan selama penerbangan, kita dapat melihat dari berbagai penerbangan yang mengalami turbulensi ekstrim selama penerbangan dan menimbulkan korban cedera dari para penumpangnya.
Ada baiknya anda dapat melihat perkiraan turbulensi sebelum melakukan penerbangan.
Maka pastikan sabuk pengaman anda selalu dalam keadaan terpasang selama penerbangan.
4. Pesawat Terbang Merupakan Tempat Terkotor
Pesawat terbang memang dibersihkan secara rutin, namun bukan berarti interior pesawat terbang menjadi aman dari berbagi jenis bakteri dan virus. terlebih lagi dengan pesawat terbang yang memiliki jadwal yang padat, sehingga sangat mungkin proses pembersihan tidak maksimal. Ada banyak orang yang telah menggunakan pesawat terbang, tentu saja mereka meninggalkan banyak jejak pada kursi, meja lipat, penutup jendela, tombol layar hiburan dan masih banyak lagi. Studi juga menunjukkan bahwa ada sejumlah tempat sebagai tempat di dalam pesawat terbang sebagai tempat yang berpotensi berkembang biaknya kuman.
Sebagai antisipasi anda dapat membekali diri anda dengan tisu anti bakteri selama anda melakukan penerbangan dengan pesawat terbang.
5. Sebagian Pilot Tertidur Pada Sebagian Waktu Penerbangan
Survey yang dilakukan terhadap pilot-pilot di Norwegia, Inggris dan Swedia menunjukkan data bahwa atara 43 sampai dengan 54 persen dari para pilot yang disurvey mengaku bahwa mereka tertidur pada saat bertugas. Lebih mengejutkan lagi sepertiga dari mereka mengaku bahwa mereka juga mendapai kopilot mereka juga tertidur saat pilot tertidur.
6. Sebagian Pilot Mendapatkan Bayaran Yang Kecil
Beberapa profesi seperti dokter, dokter bedah dan pilot memainkan peran yang vital dalam keselamatan banyak orang. Kita tentu tidak menginginkan orang yang memiliki peran penting terkait keselamatan orang banyak dibayar rendah, karena akan berpotensi terhadap kinerja mereka dan akhirnya berefek pada keselamatan banyak orang. Namun sayangnya ada sebagian pilot yang memiliki bayaran yang sedikit terlebih-lebih dari maskapai yang tidak bonafit. Anda juga akan terkejut bahwa ternyata ada pilot yang hanya dibayar berdasarkan jam selama ia menerbangkan pesawat, tanpa dihitung biaya perjalanan menuju dan dari bandara, tugas lain sebelum penerbangan bahkan saat harus menunggu jika ada penundaan penerbangan.
7. Penghematan Bahan Bakar
Sebagian maskapai penerbangan murah melakukan penghematan bahan bakar, bahkan lebih ditakutkan lagi mereka terbang dengan jumlah bahan bakar di bawah standar jumlah bahan bakar yang telah ditetapkan dalam usaha mereka untuk menghemat biaya. Menurut sebuah investigasi oleh badan investigasi keselamatan spanyol dengan fokus pada salah satu maskapai penerbangan murah yang sangat populer di Eropa yang tidak asing lagi dalam mengambil jalan pintas memangkas biaya penerbangan, dimana kasusnya para pilotnya mendapat instruksi dari maskapai untuk terbang dalam kecepatan yang rendah untuk menghemat bahan bakar.
8. Anda Hanya Memiliki Waktu 90 Menit Untuk Keluar Dari Pesawat Yang Terbakar.
Saat anda menaiki pesawat terbang, sebaiknya anda mengetahui secara pasti posisi pintu darurat untuk evakuasi.
Menurut standar yang diterbitan oleh pemerintah Amerika Serikat melalui FAA mengharuskan bahwa pesawat terbang memiliki standar evakuasi tidak lebih dari 90 menit, karena dalam waktu lebih lama dari 90 menit dipastikan api akan menjalar ke seluruh badan pesawat terbang.
Sebagai tambahan anda juga sebaiknya menggunakan pakaian berbahan katun atau non-sintetis, karena bahan sintetis akan mudah terbakar dan mudah meleleh.
9. Jika Anda Menempati Kursi Lebih Jauh Dari 5 Baris Dari Pintu Darurat, Maka Anda Akan Kesulitan
Dalam keadaan darurat anda harus mengetahui dengan pasti letak pintu darurat, anda sebaiknya berada tidak lebih jauh dari barisan kelima dari posisi pintu darurat. Dari statistik yang menganalisa kecelakaan pesawat terbang menunjukkan bahwa penumpang yang duduk lebih jauh dari baris kelima terhadap posisi pintu darurat memiliki peluang selamat yang lebih kecil pada saat darurat. Anda juga dapat menghitung berapa jumlah baris kursi untuk mencapai pintu darurat terdekat, hal ini diperlukan jika keadaan minim cahaya.
Referensi
- http://www.huffingtonpost.com/smartertravel/10-horrifying-facts-about_b_3989019.html
- https://www.faa.gov/passengers/fly_children/
- https://www.turbulenceforecast.com/
- http://edition.cnn.com/2010/TRAVEL/12/22/bt.germs.breed.on.plane/index.html
- http://www.dailymail.co.uk/travel/article-2235152/Four-10-British-pilots-admit-falling-asleep-cockpit.html#ixzz2drbRuAH7
- http://www.independent.co.uk/travel/news-and-advice/exclusive-safety-warning-as-budget-airlines-such-as-ryanair-cut-fuel-levels-for-flights-8749046.html
- http://content.time.com/time/nation/article/0,8599,1872154,00.html

0 komentar:
Posting Komentar